Laporan Pandangan Mata

Pukul 04:lewat...
Pagi yang menggemaskan. Saya harus menggesek-gesekkan kaki ke lantai berapa kali...sekedar meyakinkan diri bahwa masih menjejak bumi. Pasalnya..Babol nyetel album Ratih Purwasih...Argh...sampai matahari terbit kayaknya itu, sempat mengintip playlistnya yang panjang bersusun-susun.

Lagu ini.....serasa berada di anjungan kapal "Imalombassi", Sandar di pelabuhan Raha, Pedagang Gogos, telur masak, hilir mudik di atas kapal....

vocoder

Ingat lagu “Believe” nya Cher yang populer di tahun 1998 dulu? Atau "Only God Knows Why" nya Kid Rock? “One More Time” nya Daft Punk?

Semuanya sama-sama menggunakan efek vocal robotic. Cara bernyayi aneh yang kedengarannya…seperti bernyanyi sambil men detti-detti jakun. Efek suara ini dihasilkan melalui proses pitch correction (Auto-tune). Gaya bernyanyi aneh tersebut dikenal dengan vocoder.

Sebenarnya vocoder itu sendiri adalah nama alat yang digunakan untuk menggabungkan sinyal. Istilah yang biasa dipakai oleh dunia telekomunikasi. Prinsip kerjanya menggabungkan sinyal carrier dan sinyal modulator. Sinyal carrier adalah suara asli dari vocal (penyanyi), sedangkan sinyal modulator bisa berasal dari apa aja sebagai "pengacak" sinyal asli, biasanya berupa satu line dari synthesizer. Unit vocoder kemudian memproses sinyal carrier dengan sinyal modulator untuk menghasilkan suara aneh kayak orang keselek pipa pralon itu..

Nah…semalam, secara tidak sengaja, saya menemukan teknik sederhana untuk menghasilkan efek suara yang sama. Sebaiknya segera dipatenkan deh…sebelum Syaiful Tamburaka mencuri ide brilian ini.

Cerita lengkapnya begini….Semalam, pulang dari main Golf, badan terasa pegal-pegal…Lalu istri saya yang baik hati dan tidak sombong lagi penuh kasih sayang itu…dengan sigap, mengambil alat pijat elektronik lumba-lumba (Menutupi ketidak-jagoannya memijat manual ala tuna-netra)…

Vibratornya disetel mode full dan mulailah si lumba-lumba bergerilya di punggung. Proses pijat-memijat itu dilakukan sembari ngobrol…dan eureka!!!

Suara saya terdistorsi oleh getaran si lumba-lumba….jadi terdengar seperti alien.
“Halo mahluk bumi…kami dari planet Bukuanus Lembanus…akan menginvasi planet ini. Tapi jangan kuatir…kami bukan yahudi”

Pikir punya pikir, terbersitlah ide cemerlang….kalo dipijet lumba-lumba sambil nyanyi ternyata vocalnya nda jauh beda sama Kid Rock..

Oh..iya…kalo alat pijat lumba-lumbanya ditaruh diubun-ubun, ternyata bisa memberi visual nyata situasi gempa bumi juga.

Sekian saja dulu informasinya….saya tidak berani berfantasi lebih jauh mengenai kegunaan lumba-lumba bergetar itu…selamat mencoba dan mengembangkan ide sendiri.....

Pengencer Dahak, Pelega Tenggorokan

Desain baru harus membuat koran tidak hanya mudah untuk jiwa dan pikiran, tetapi juga mudah untuk mata. Mario Garcia, CEO Garcia Media.

Saya menghabiskan empat hari penuh semangat demi merenungkan re-design front page Kendari Pos. Keinginan perwajahan baru itu cukup jelas, Bagaimana mengenali koran ini...bahkan sekalipun eksistensinya dalam sobekan kecil bungkus pecel.

Bukan cuma saya, semua kawan pekerja malam di kantor ini boleh jadi telah mengidam lama untuk “Pimp their Newspaper”. Rasanya kita kok berdosa sudah merampok Rp.3.500,- duit pelanggan setiap hari untuk tampilan suratkabar laksana karnaval itu.

Tapi seperti itulah..perdebatan sana-sini terus berlanjut, sarat keinginan, penuh kepentingan. Dan empat hari saya terpaksa menyia-nyiakan waktu, menerlantarkan istri tergolek pilek, Bunda was-was anaknya terbengkalai....untuk kesimpulan yang anjlok dari keinginan awal.

“Kita menjual berita, bukan desain!!”, sengit redaksi. Arghh!...kuciwa saya jadinya curhat panjang lebar soal tipografi, konsistensi warna turunan, hirarki, dan sebagainya. Kalo semisal beritanya diprint saja di kertas HVS lalu fotokopi banyak, bagaimana?

Opini seperti ini yang bikin John Bodette geeeram..geram...geram, Jim Chisholm mati kutu, Mario Garcia jatuh bangkrut. Boro-boro lagi mimpi beralih meninggalkan format broadsheet atau mengambil resiko belanja font di fontbureau.com seharga US$600 seperti yang dilakukan Tempo...

Sudahlah saya mengundurkan diri dari proyek. Istriku ayo diminum pengencer dahak pelega tenggorokannya!!