Faust

Saya baru ingat pernah menyimpan tulisan ini dari salah satu blog (entah punya siapa, sudah lupa) selepas nobar Laskar Pelangi bersama anak-anak KBK malam minggu tempo hari. Sama sekali tidak ada hubungan dengan LP nya, saya justru mengingatnya begitu melintasi sebuah poster film berjudul Faust di sebelah kanan pintu keluar sineplek.

Lalu belakangan seorang karib mendadak seperti Faust…

Lalu puisi Rhapsody cinta bersambung yang dipost oleh salah satu member di FKI

Lalu Video lipsync konyol yg disetel Babol sehari sebelum postingan ini.

Lalu kisah hidup Bohemian di masa lampau yang sy ceritakan kembali kepada kekasih tercinta menjelang tidurnya yang kemudian terpaksa kami akhiri dengan ngambek-ngabekan norak. 

Itu semua behind the scenenya…

Saya ingin mengulang cerita si empunya tulisan di atas.….Bohemian Rhapsody for Faust 


Is this the real life? Is this just fantasy?

Jika kalian tidak mengenal penggalan bait di atas, maka sebaiknya Fredy Mercury bangkit dan men-samauda-kan kalian. Terpujilah manusia jenius ini andai dia bukan seorang gay. 

Bait di atas adalah penggalan lirik Bohemian Rhapsody nya Queen, dari album A Night At The Opera yang dirilis pada tahun 1975 dibawah asuhan Roy Thomas Baker . Lagu ini sempat masuk Guiness Book of Records setelah dipilih oleh 31.000 responden lebih sebagai Lagu terfavorit di Inggris. Hits yang masih menyimpan misteri 

Landasan teori

1.Bohemian: adalah suatu gaya hidup unconvensional, eksentrik dan cenderung aneh

2. Rhapsody: Penulisan judul yang digunakan oleh komposer abad 19 dan 20 untuk karya pendek, makna rhapsody adalah bebas dalam form lagu, dan mengekspresikan perasaan khusus secara mendalam.


Fakta Menarik yang sebaiknya berguna untuk diketahui. Bohemian Rhapsody digarap hanya dalam 3 minggu masa rekaman. Sebuah lagu yang mustahil menjadi hits mengingat durasinya yang cukup buat boker, menghabiskan 2 linting tembakau sambil menerawang kemana-mana, 5 menit 55 detik!. Digubah dalam imajinasi Mercury dengan membaginya ke dalam vocal foliponi, Sopran-Alto-Tenor-Bass,

Menurut Wikipedia, struktur Bohemian Rhapsody dibagi ke dalam 6 struktur. Mari mengupasnya.



Introduction (0:00 - 0:48)

Versi klipnya, lagu ini diawali dengan tampilnya 4 personel Queen ber-acapella. Jangan tertipu! Di balik layar, semua vocal tersebut di take oleh Mercury seorang! 

Is this the real life? Is this just fantasy? Sampai pada no escape from reality

15 menit kemudian, instrument grand piano masuk, dan karakter suara Mercury seakan berubah menjadi narator yang memperkenalkan dirinya sebagai " I m just a poor boy" tapi " I need no sympathy". 
Sampai akhirnya ditegaskan dengan "Nothing really matters to me". Lalu di tutup dengan Bass B-flat pada Piano 

Ballad (0:48–2:36)

Bass guitar Deacon masuk di note pertama, vokal narator berubah dari harmoni menjadi tunggal yang dinyanyikan penuh semangat oleh Mercury. 

Narator menceritakan kepada mama bahwa ia "killed a man, Put a gun against his head, Pulled my trigger,now his dead" dan selanjutnya vokal bersyahdu makin sendu seakan2 kehidupannya baru saja dimulai "Mama,life had just begun,
But now Ive gone and thrown it all awaaaaay!


Bass turun secara kromatis sampai pada E flat. drum Taylor mulai masuk dan narator menyanyikan ''Mamaaa..." yang kedua, dalam nada yang meninggi. 

Narator menyatakan penyesalannya, tidak bermaksud membuat mu menangis "making you cry" dan meyakinkan agar si mama tak usah mempedulikannya "carry on because nothing really matters

Selanjutnya seperti lagu balad membawa kita ke verse kedua, Narator seolah memperlihatkan penyesalan atas tindakannya. Ia mengucapkan "goodbye" dan mempersiapkan diri untuk "face the truth" membenarkan bahwa sesungguhnya Dia tidak ingin mati, dan kadang berharap dia tidak pernah dilahirkan..

Guitar Solo (2:36–3:03)

Ditandai teriakan "born at all", May mengambil alih dengan solo gitanya yang meraung. Sampai ditutup dengan modulasi penurunan kunci ke A Mayor, lalu beralih ke bagian yang paling menarik Opera section


Opera (3:03–4:07)

Perbaiki posisi duduk anda dan perhatikan kemana arah lirik ini

I see a little silhouetto of a man,

Scaramouche! scaramouche will you do the fandango!

Thunderbolt and lightning-very very frightening me!

Saya melihat sekilas siluet seseorang. Seperti scaramouche ber fandago (Scaramouch ini adalah sosok menyeramkan dengan topeng dan terusan hitam dalam opera. Fandago adalah salah satu bentuk irama tarian di eropa) Lalu Gleggar! Halilintar dan petir yang menakutkan


Galileo,galileo,
Galileo galileo
Galileo figaro-magnifico!


Apaaaa coba? Sama sekali gak nyambung.
Perlu diketahui bahwa Mercury tidak asal menggunakan nama Galileo. May selain menjadi Gitaris, dia adalah astronom. Mengetahui bahwa rekannya sangat gila pada benda benda planet, Mercury pun menuliskan nama salah satu astronom hebat tersebut dalam lagunya. 


But I m just a poor boy and nobody loves me!
Hes just a poor boy from a poor family
Spare him his life from this monstrosity!


Saya hanya pemuda yang malang dan tidak ada yang simpati. Dari keluarga yang malang pula! Bebaskan hidupku dari keadaan menyeramkan ini! Bebaskan dia dari monstrosity!

monstrosity : keadaan seperti raksasa; naga; gergasi dan sebagainya. n benda yg aneh sekali bentuknya.

Si saya ini…sepertinya sudah punya pilihan. Mungkin mengakhiri hidup untuk menebus kesalahannya. Lalu meminta Easy come easy go,will you let me go. Ini semacam dialog batin kepada elemen Angel-nya dan elemen Evilnya.


Bismillah! no,we will not let you go! let him go!
Bismillah! we will not let you go! let him go!


Tarik ulur antara dua elemen si saya

Bismillah! we will not let you go! let me go!
Will not let you go-let me go
Will not let you go let me go


Elemen Angel mulai kalang kabut. Dan si saya semakin ngotot

No,no,no,no,no,no,no
Mama mia, mama mia,mama mia let me go-
Beelzebub has a devil put aside for me,for me,for me!!!!


Membuat penegasan. Siapa mama mia? an expression of surprise, supposed to be typically used by Italians. seperti Yippie Kaye!!

Lalu Beelzebub? Beelzebub digambarkan seperti sosok iblis bersayap yang menyeramkan.
Jadi biarkan saya pergi…menebus kesalahan. Saya sudah kerasukan iblis, Saya pergi untuk menyingkirkan iblis ini. kira-kira begitu ya? 

duk takkk and finally

Hard Rock (4:07–4:55)

Bagian akhir opera mengalir menuju ke bagian keras yang berisi riff gitar yang ditulis oleh Mercury. Di 4:15, suara dobel Mercury menyanyikan kemarahan dengan menggunakan kata ganti "you", yang tdk jelas untuk siapa. Mengacu pada pengkhianatan dan kesewenangan dalam "can't do this to me, baby" - dimana dapat kita interpretasikan sebagai flashback pada bagian ballad "just killed a man". Setelah lelah berjingkrak jingkrak, Mercury kemudian memainkan line melody yang sama pada ujung Solo Gitar May sebagai pengantar memasuki part terakhir..


Outro (4:55–5:55)

Setelah Mercury memainkan solo oktaf, musik kembali ke tempo dengan isian drum dan seluruh instrument. Gitar menemani nyanyian "ooh, ooh yeah, ooh yeah". "Nothing really matters..." muncul kembali. Dan kalimat "Any way the wind blows", yang muncul dalam bagian Introduction, diucapkan kembali sebagai penutup. Diikuti dengan gong yang dipukul. 

____________________________________________________________________________

Seperti kata Freddie, "biarkan kamu yang berfantasi dengan lagu ini"

Seperti kisah Faust ya? Johannes Faust(1480-1540) adalah seorang penyihir dan peramal dari Jerman. Ia juga guru diberbagai universitas di Jerman. Kesehariannya adalah bepergian dari satu tempat ke tempat lain untuk menunjukkan trik sulap dan sihirnya. 

Cerita tentang kekuatan supernaturalnya dipercaya banyak orang. Faust mempunyai hubungan dekat dengan iblis bernama Mephistopheles. Faust juga membuat perjanjian dengannya. Ia melego jiwanya untuk ilmu pengetahuan kepada Mephistopheles. Sang iblis pun memberikannya tetapi setelah 24 tahun Faust harus memberikan jiwanya dan masuk neraka bersama iblis tersebut. 

Akhirnya ketika umur Faust 60 tahun(Faust membuat perjanjian saat umurnya 36 tahun) ia meninggal dan masuk neraka menemani iblis itu untuk selamanya. 
Ratusan tahun setelahnya banyak teater, film, dan novel menceritakan tentangnya. Begitu juga operanya yang dibuat oleh penulis Perancis bernama Charles Francois Gounod(1818-1893) berjudul Faust dengan lagunya "Ah! Je ris de me voir si belle" atau dikenal dengan "Lagu Permata". 

PS buat sahabat Faust kita: 
- Jangan melebih-lebihkan sesuatu karena berlebihan itu adalah petaka. Jangan pula mengorbankan banyak hal demi sesuatu yang tidak abadi.
- Bismillah! we will not let you go! Kami lebih suka membantaimu….huahahahaha